KEKUASAAN ALLAH DI BALIK PERPUTARAN KE KIRI ATOM MENURUT Al QURAN

Published by Buletin Al Anwar on

Oleh: Dian Eko Pambudi

[email protected]

Dunia ini adalah sesuatu yang sangat kompleks namun tertata dengan rapi, Allah SWT telah merancang dunia ini dengan sangat baik. Sesuatu yang sangat besar pasti akan tersusun dari sesuatu yang sangat kecil. Seperti halnya planet yang sangat besar pasti akan tersusun dari sesuatu yang sangat kecil. Salah satu ciptaan Allah yang sangat sempurna yaitu manusia, manusia sendiri juga tersusun dari sesuatu yang sangat kecil. Hanya dengan pengetahuanlah kita akan mengetahui kebesaran-Nya.

Lalu apakah sesuatu yang sangat kecil itu yang tersusun sangat kompleks. Dia adalah Atom sesuatu yang menyusun segala hal yang ada di dunia ini. Dalam Al-Quran juga dijelaskan tentang atom yaitu:

“Tidak ada yang tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrah pun yang ada dilangit dan ada di bumi dan tak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan lebih besar, melainkan tersebut dalam kitab yang nyata (lauh mahfuzh)”(Saba’ : 3) 

Dalam ayat itu sudah jelas bahwa sesuatu yang besar tersusun dari sesuatu yang kecil dalam ayat itu dimisalkan dengan Zarrah. Allah telah membuat sesuatu di dunia ini dengan tersusun sangat rapi dan indah.

Atom adalah bagian yang tidak dapat dibagi lagi, semisal jika kita memiliki sebuah apel maka apel itu akan kita potong sampai menjadi bagian yang sangat kecil dan tidak dapat kita potong lagi bagian yang tidak dapat kita bagi itulah yang kita sebut dengan atom. Istilah atom 

berasal dari kata sifat yunani kuno atomos, yang berarti “tidak dapat dipecah”. Kimiawan abad ke-19 mulai menggunakan istilah sehubungan dengan meningkatnya jumlah unsur kimia yang tidak dapat diperkecil lagi. Meskipun tampaknya benar, sekitar pergantian abad ke-20, melalui berbagai eksperimen dengan elektromagnetisme dan radioaktivitas fisikawan menemukan bahwa  apa yang disebut “atom  yang tidak dapat dipecah” sebenarnya adalah gabungan berbagai partikel sub atomik (terutama, elektron, proton dan neutron) yang dapat ada secara terpisah dari satu sama lain.

Dalam perkembangan atom terdapat banyak teori yang saling menyempurnakan. Pertama dari Bapak Dalton yang menyatakan bahwa Atom merupakan partikel zat atau materi terkecil yang tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Dalton menggambarkan atom seperti bola sederhana. Kemudian teori ini dikembangkan lagi oleh J.J Thomson yang menyatakan bahwa atom adalah bola padat yang bermuatan positif dan di dalamnya bertebaran elektron yang bermuatan negatif. Thomson menyatakan teori ini berdasarkan temuannya yaitu sinar katoda dan dia memisalkan model atomnya seperti kue kismis yang memisalkan kismis seperti elektron yang bertebaran di dalamnya. Kemudian teori ini disempurnakan oleh Rutherford yang menyatakan bahwa elektron terdiri dari inti yang bermuatan positif dan elektron yang mengelilinginya seperti tata surya kita. 

Dari teori Rutherford ada sesuatu yang menarik yang bisa kita pelajari dari pergerakan elektron mengelilingi inti. Arah pergerakan elektronnya berlawanan dengan arah jarum jam atau bisa dikatakan juga pergerakannya mengelilingi dari kanan ke kiri. Dari struktur yang sangat kecil ini alam semesta juga akan mengikutinya. Maha besar Allah yang telah membuat dunia ini tertata dengan sangat indah dari struktur yang sangat kompleks tersusun menjadi  susunan yang rapi dan terstruktur. 

Manusia terdiri dari jutaan atom, bisa kita bayangkan jika arah pergerakan elektron berlawan dengan arah jarum jam hal ini juga akan berdampak pada aktivitas manusia. 

Contohnya seperti maraton, atletik, balap sepeda, dan balapan kuda menggunakan arah lintasan yang berlawanan dengan arah jarum jam. Tapi pernahkah kamu berpikir mengapa hal itu bisa demikian? meski terdengar sangat sepele, arah lintasan balapan yang berlawanan dengan arah jarum jam ternyata punya alasan tersendiri. Arah tersebut memang sudah menjadi kesepakatan internasional.

Dalam Aturan 163.1 International Association of Athletics Federations (IAAF), tertulis, “The direction of running shall be left-hand inside.”Sementara itu, arah berlawanan jarum jam diyakini pertama kali digunakan pada zaman Yunani kuno. Tradisi tersebut kemudian berlanjut hingga abad ke-19 sebelum Universitas Oxford dan Harvard mengubahnya menjadi searah jarum jam. Pada Olimpiade modern pertama di Athena tahun (1896 dan 1906) dan Paris (1900), arah lintasan balapan masih searah jarum jam. Namun karena banyak peserta yang merasakan berbagai keluhan, arah balapan kembali berlawanan arah jam pada tahun 1908.

Sedangkan menurut alasan medis, superior vena cava mengumpulkan darah melalui pemompaan jantung. Pembuluh ini membawa darah yang kaya akan karbon dioksida dari kiri ke kanan di tubuh. Gaya sentrifugal yang berlawanan arah jarum jam membantu proses pemompaan ini. Sebaliknya, jika kamu berlari searah jarum jam, maka gaya sentrifugal akan menghambat jalannya proses pemompaan. Sedangkan jika dikembalikan lagi ke teori atom yang elektronya juga bergerak berlawan arah jarum jam maka dapat dibuktikan bahwa pergerakan elektron akan mempengaruhi kenyamanan manusia dalam beraktivitas.

Semisal pada seorang petinju dengan tangan kidal Petinju bertipe kidal adalah petinju dengan gaya tidak konvensional, dengan posisi tangan dan kaki kanan ada di bagian depan, sedang posisi tangan dan kaki kiri ada di bagian dalam. Kekuatan pukulan utama petinju kidal ada pada tangan kiri, namun tidak menutup petinju yang secara alamiah kidal tidak bertinju dengan gaya kidal, melainkan bertipe ortodoks dengan berbagai tujuan, antara lain mengelabui lawan. Contoh orang kidal yang bertinju dengan gaya ortodoks adalah “The Golden Boy” Oscar De La Hoya dan Mike Tyson Petinju Ellyas Pical, Chris Byrd adalah petinju bertipe kidal. Lawan kata petinju kidal adalah petinju bertipe ortodoks. Ada juga petinju yang sebenarnya tidak kidal tetapi bertarung dengan gaya kidal, contohnya “Marvelous” Marvin Hagler, Michael Moorer, Pernell “Sweet Pea” Whitaker, Hector “Macho” Camacho & Manny Pacquiao. Mereka yang menggunakan tangan kidal cenderung lebih ditakuti oleh musuh-musuhnya Karena pukulan yang sulit diprediksi.

Salah satu contoh yang luar biasa lagi yaitu tentang pergerakan planet mengitari matahari. Setiap planet mulai dari merkurius sampai neptunus  mengelilingi matahari melalui orbitnya masing-masing. Sesuatu yang luar biasa dari perputaran ini adalah arah perputarannya yang berlawanan dengan arah jarum jam hal ini sangat luar biasa. Tidak hanya itu saja planet-planet yang mengelilingi matahari juga berputar bersama dengan planet yang lain yang kita sebut dengan istilah galaksi Bima Sakti. Arah perputarannya juga sama berlawanan dengan arah jarum jam. Sesuatu yang sangat besar ternyata juga bergerak berlawanan dengan arah jarum jam. Maha besar Allah yang telah menciptakan dunia ini dengan indah. Sesuatu yang sangat kecil sampai dengan yang sangat besar tersusun dengan sangat rapi dan saling berirama saling membentuk kesatuan yang sangat indah.

Saat tawaf di kabah pun juga sama yang terjadi yaitu juga bergerak berlawan dengan arah jarum jam. Bahkan Ibadah telah Allah kemas dengan sangat indah. Orang yang tawaf sebenarnya memanfaatkan kaidah tangan kanan. Kaidah tangan kanan dalam fisika digunakan untuk mengetahui arah arus pada medan magnet. Namun di sini ada keterkaitan antara kaidah tangan kanan dengan tawaf. Kaidah Tangan Kanan mengatakan: “Jika ada sebatang konduktor (logam) dikelilingi oleh listrik yang bergerak berlawanan dengan jarum jam, maka di  konduktor itu akan muncul medan gelombang elektromagnetik yang mengarah  ke atas.”  

Kaidah Tangan Kanan, digambarkan dengan sebuah tangan  yang menggenggam empat jari, dengan ibu jari yang tegak ke arah atas. Empat jari  yang menggenggam itu digambarkan sebagai arah putaran arus listrik, sedangkan  ibu jari itu digambarkan sebagai arah medan elektromagnetik. Kaidah tangan kanan ini telah memberikan kemudahan kepada kita dalam  memahami misteri Kabah. ‘Kebetulan’, orang bertawaf mengelilingi Kabah berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Atau dalam kaidah itu mengikuti putaran empat jari tergenggam.

Pada saat jamaah haji melakukan tawaf mengelilingi kabah mereka juga berdoa. Sebenarnya tubuh manusia selalu memancarkan gelombang elektromagnetik baik saat berbicara maupun aktivitas fisik. Hal ini disebabkan oleh susunan manusia sendiri yang terdiri dari bio listrik  yang selalu berputar-putar di dalam orbitnya di setiap atom-atom penyusun  tubuh kita. Ketika kita berkata-kata. kita sebenarnya sedang memancarkan gelombang suara yang berasal dari getaran pita suara kita. Pada saat tawaf saat kita melantunkan doa kita pada saat itulah kita mengeluarkan gelombang elektromagnetik. Oleh Karen itu saat jamah haji melakukan tawaf energinya langsung mengarah ke atas sesuai dengan kaidah tangan kiri.

Karena manusia sendiri yang tersusun dari bio listrik maka di sekitar kabah itulah terjadi medan magnet yang sangat besar, jumlah yang sangat besar ini disebabkan oleh jumlah jamaah haji sendiri yang bertawaf sangat banyak dan tidak pernah sepi. Selain terjadi medan magnet yang berlawan arah jarum jam maka terjadi pergerakan energi yang mengarah ke atas. Dari sinilah muncul istilah doa yang mustajab dengan kaidah tangan kanan kita bisa menjelaskan secara sains kenapa berdoa di dekat kabah lebih mustajab dibanding di tempat yang lain. Karena terjadi pergerakan energi mengarah ke atas dengan jumlah yang sangat besar. Maka energi doa kita akan ‘menumpang’ gelombang elektromagnetik yang keluar dari Kabah itu, mirip dengan yang terjadi pada pancaran radio. Kekuatan doa kita menjadi berlipat-lipat kali, karena terbantu oleh power yang demikian besar dari Kabah menuju kepada Arasy Allah. Dalam hal ini, Kabah telah berfungsi bagaikan sistem pemancar radio. Karena power yang besar itu pula, maka berdoa di Multazam menjadi demikian  mustajab, Energi doa itu jauh lebih ‘cepat sampai’ kepada Allah, dan cepat pula memperoleh balasannya. Karena itu, jangan sembrono melakukan perbuatan-perbuatan di Mekkah, karena respon atas perbuatan kita itu demikian spontan. Hal ini telah banyak dibuktikan oleh orang-orang yang menunaikan ibadah haji.


0 Comments

Leave a Reply