Pendidikan Akhlak dan Pembentukan Karakter: Menciptakan Generasi Berkualitas dengan Akidah yang Kokoh

Published by Buletin Al Anwar on

Oleh: Nurul Zakiah Aziz

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

[email protected]

ABSTRAK

Pendidikan akhlak dan pembentukan karakter merupakan aspek penting dalam membentuk  generasi yang berkualitas. Artikel ini membahas signifikansi pentingnya  pendidikan akhlak dalam membentuk karakter yang kokoh dan akidah yang kuat pada generasi muda. Dengan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai akhlak dan prinsip-prinsip moral dalam konteks Islam, kita dapat menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman modern dengan keyakinan yang kokoh dan integritas yang tinggi. Artikel ini akan menjelaskan konsep pendidikan akhlak, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta peran penting orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk karakter anak-anak. Selain itu, artikel ini juga membahas bagaimana peran teknologi dalam pendidikan akhlak dan hambatan yang mungkin muncul dalam mengimplementasikannya. Dengan fondasi pendidikan akhlak yang kuat, kita dapat membantu menciptakan generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan menghadapi perubahan zaman dengan integritas yang tidak tergoyahkan.

Kata kunci: Pendidikan, akhlak, karakter.

PENDAHULUAN

Pendidikan akhlak dan pembentukan karakter merupakan dua unsur yang sangat penting dalam proses Pendidikan, dengan tujuan menciptakan generasi berkualitas yang memiliki akidah yang kokoh. Sejak zaman kuno, perhatian terhadap moral dan karakter dalam pembentukan individu telah menjadi pusat perhatian dalam berbagai budaya dan tradisi. Di era modern, berbagai tantangan terkait perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika nilai-nilai membuat pendidikan akhlak dan karakter semakin relevan dan mendesak.

Pendidikan akhlak adalah bagian esensial dari pendidikan yang tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga menciptakan individu secara menyeluruh. Ini bukan sekedar pengajaran etika dan moralitas, tetapi juga pengembangan kesadaran diri, empati, dan kemampuan untuk membuat keputusan yang etis. Pendidikan akhlak membantu individu untuk memahami perbedaan antara tindakan benar dan salah, serta memberikan motivasi untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai positif.

Di samping itu, pembentukan karakter juga memiliki peran yang sangat pentung dalam proses pendidikan. Karakter mencerminkan nilai-nilai, sikap, dan perilaku individu. Generasi dengan karakter yang kuat memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai tantangan dan ujian dalam kehidupan dengan teguh dan kokoh. Pembentukan karakter melibatkan proses pengembangan kualitas seperti kejujuran, integritas, kerja keras, dan rasa tanggung jawab (Ainissyifa, 2017; Rakhmat, 2013).

PEMBAHASAN

A. Konsep Pendidikan akhlak

Pendidikan akhlak adalah suatu proses yang bertujuan untuk membentuk perilaku, sikap, dan karakter individu berdasarkan prinsip-prinsip moral yang baik. Dalam konteks Islam, pendidikan akhlak memiliki beberapa tujuan utama[1]:

  1. Membentuk karakter yang positif

Pendidikan akhlak berusaha untuk membentuk karakter individu agar memiliki sifat-sifat yang positif, seperti kejujuran, kerendahan hati, kesabaran dan kasih sayang.

2. Mengembangkan akidah yang kokoh

Pendidikan akhlak juga berperan dalam memperkuat keyakinan individu terhadap ajaran agama, sehingga mereka memiliki keyakinan yang kuat terhadap nilai-nilai keagamaan.

3. Mengajarkan tanggung jawab sosial

Pendidikan akhlak mengajarkan individu untuk peduli terhadap lingkungan sosial mereka dan mendorong mereka untuk berperan aktif dalam membantu sesama.

4. Menghindari perilaku negatif

Pendidikan akhlak juga bertujuan untuk mencegah individu dari perilaku negatif seperti kecurangan, kekerasan, dan perbuatan dosa.

Pendidikan akhlak tidak hanya merupakan tanggung jawab sekolah, melainkan juga melibatkan peran orang tua dan masyarakat. Peran orang tua dalam pendidikan akhlak sangat penting karena mereka berfungsi sebagai model pertama bagi anak-anak. Mereka harus memberikan contoh yang baik dan mengajarkan nilai-nilai akhlak sejak dini.

Sekolah juga memiliki peran kunci dalam pendidikan akhlak. Selain mengajar mata pelajaran akademis, sekolah juga harus menyediakan waktu dan ruang untuk pendidikan akhlak. Guru bertanggung jawab untuk membimbing siswa untuk memahami nilai-nilai akhlak dan mendorong penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat juga ikut berperan dalam pendidikan akhlak. Nilai-nilai dan norma sosial yang ada dalam masyarakat dapat berpengaruh pada perkembangan akhlak individu. Oleh karena itu, masyarakat juga perlu serta dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan akhlak (Subianto, 2013).

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendidikan Akhlak

Ada beberapa faktor yang memengaruhi efektivitas pendidikan akhlak. Beberapa faktor tersebut antara lain (Amarodin, 2022):

  1. Lingkungan Keluarga

Keluarga memainkan peran utama dalam membentuk karakter anak-anak karena di sinilah mereka pertama kali belajar tentang akhlak. Orang tua berperan penting dalam memberikan  pola asuh, berkomunikasi, dan memberikan contoh yang memengaruhi perkembangan akhlak anak-anak.

  1. Lingkungan Sekolah

Sekolah juga memiliki peran yang signifikan dalam pembentukan akhlak. Kualitas guru dan program pendidikan akhlak di sekolah dapat memiliki dampak besar pada pembentukan karakter siswa.

  1. Lingkungan Sosial

Lingkungan sosial, termasuk teman sebaya dan lingkungan sekitar, memiliki pengaruh yang kuat pada perkembangan akhlak individu. Apakah seseorang terpapar pada norma sosial yang positif atau negatif dapat memengaruhi perilaku mereka.

  1. Media dan Teknologi

Media dan teknologi juga memiliki dampak besar dalam pembentukan akhlak. Paparan terhadap konten negatif di media sosial dan hiburan dapat merusak nilai-nilai akhlak.

  1. Agama dan Keimanan

Akidah individu juga merupakan faktor penting dalam pendidikan akhlak. Keyakinan agama yang kokoh dapat menjadi pijakan moral yang kuat.

C. Peran Teknologi dalam Pendidikan Akhlak.

Di era digital, teknologi memiliki peran yang semakin besar dalam pendidikan akhlak. Internet, media sosial, dan berbagai aplikasi edukasi dapat digunakan sebagai alat untuk menyebarkan nilai-nilai akhlak. Namun, teknologi juga membawa tantangan tersendiri.

Teknologi dapat digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan positif tentang akhlak dan nilai-nilai moral. Konten edukasi akhlak dapat dengan mudah diakses melalui platform daring. Ini dapat membantu memperluas jangkauan pendidikan akhlak dan membuatnya lebih mudah diakses oleh banyak orang. Namun di sisi lain, teknologi juga dapat digunakan untuk menyebarkan konten yang merusak akhlak. Pornografi, kekerasan, dan konten negatif lainnya yang mudah diakses melalui internet. Oleh karena itu, penting untuk orang tua mengontrol dan mengawasi penggunaan teknologi oleh anak-anak.[2]

D. Tantangan dalam Implementasi Pendidikan Akhlak.

Meskipun pendidikan akhlak memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda, ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Beberapa tantangan tersebut meliputi:

  1. Pemudaran Nilai Tradisional.

Di tengah  dunia yang semakin modern, banyak nilai-nilai tradisional yang terabaikan. Hal ini dapat membuat pendidikan akhlak menghadapi kesulitan dalam bersaing dengan nilai-nilai yang lebih sekuler.

  1. Keterbatasan Sumber Daya.

Banyak sekolah dan institusi pendidikan sering kali terbatas dalam hal sumber daya untuk mengimplementasikan program pendidikan akhlak yang efektif.

  1. Paparan Media Negatif: Anak-anak dan remaja secara rutin terpapar pada konten negatif di media dan internet. Paparan ini dapat berdampak pada pemahaman mereka tentang akhlak.
  2. Kurangnya Pendidikan Orang Tua

Sebagian besar orang tua mungkin tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang pendidikan akhlak, sehingga mereka mungkin tidak mampu memberikan panduan yang memadai  kepada anak-anak mereka.

KESIMPULAN

Pendidikan akhlak dan pembentukan karakter adalah bagian penting dari proses pendidikan yang harus diberikan kepada generasi muda. Akhlak yang kuat dan keimanan yang kokoh membantu individu menghadapi berbagai tantangan dalam hidup dengan integritas dan moralitas yang tinggi. Tanggung jawab Pendidikan akhlak tidak hanya terletak pada Lembaga Pendidikan, tetapi juga pada orang tua dan seluruh masyarakat. Semua pihak harus berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung Pendidikan akhlak yang efektif.

Di era teknologi saat ini, pendidikan akhlak perlu mengikuti perkembangan zaman. Teknologi dapat berperan sebagai alat untuk menyebarkan nilai-nilai akhlak, namun juga harus diawasi secara cermat untuk mencegah paparan konten negatif. Dengan kerja sama dari berbagai pihak, kita dapat menciptakan generasi berkualitas yang memiliki akidah yang kokoh, siap menghadapi masa depan dengan keberanian dan moralitas yang tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

Ainissyifa, H. (2017). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan UNIGA, 8(1), 1–26.

Rakhmat, C. (2013). Menyemai Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Dalam Menghadapi Tantangan Modernitas. Institut Hindu Dharma Negeri, Bali.

Mahayana, Dimitri. Menjemput Masa Depan. Bandung : Rosda Karya, 1999

Subianto, J. (2013). Peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam pembentukan karakter berkualitas. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam8(2).

Amarodin, A. (2022). JURNAL AKHLAK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKHLAK. PERSPEKTIVE: Jurnal Program Studi Pendidikan Agama Islam15(02), 24-49.

Abdullah  Nashih  Ulwan, Pedoman  Pendidikan  Anak  dalam  Islam,  Juz  II,  terj.,  Drs.Saifullah   Kamalie, Lc, Drs. Hery NoerAli, Semarang, Asy Syifa’, 1981, RIM

[1] Menurut orang-orang Yunani lama dan lihat pula Ahmad Tafsir, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung : Rosda Karya, 2006), h. 33

[2] Abdullah  Nashih  Ulwan, Pedoman  Pendidikan  Anak  dalam  Islam,  Juz  II,  terj.,  Drs.Saifullah   Kamalie, Lc, Drs. Hery NoerAli, Semarang, Asy Syifa’, 1981, h. 2.


0 Comments

Leave a Reply