Etika Komunikasi di Media Sosial Dalam Perspektif Islam

Published by Buletin Al Anwar on

Oleh: Nala Khoiron M. Nur

Perkembangan teknologi yang pesat di bidang komunikasi menciptakan beragam inovasi, gagasan, dan ide yang bertujuan untuk memudahkan dalam melakukan proses komunikasi. Perkembangan teknologi ini membuat komunikasi manusia menjadi lebih mudah dan efektif. Dari berbagai sarana teknologi modern saat ini yang paling popular ialah smartphone, di mana masing-masing merek smartphone ini membuat berbagai fitur menarik dan canggih yang dibenamkan di dalam smartphone tersebut sehingga dapat menarik minat masyarakat luas. Perkembangan teknologi juga merambah ke dunia internet. Media sosial menjadi hal yang sangat digemari masyarakat, bahkan sudah dianggap menjadi kebutuhan hidup.

Media sosial kini bagi masyarakat bukanlah sebuah produk pengganti alat komunikasi semata. Akan tetapi jauh lebih dari itu kini media sosial digunakan sebagai sarana utama dalam menjalin komunikasi terutama komunikasi jarak jauh, di mana dengan menggunakan media sosial berbasis internet ini dapat memudahkan seseorang dalam menjalin komunikasi secara mudah dan cepat. Harold D. Laswell memaparkan fungsi media bisa dibagi menjadi tiga. Pertama, media memiliki fungsi sebagai pemberi informasi untuk publik luas tentang hal-hal yang berada di luar jangkauan penglihatan mereka. Kedua, media berfungsi melakukan seleksi, evaluasi, dan interpretasi atas informasi yang diperoleh. Ketiga, media berfungsi menyampaikan nilai dan warisan sosial-budaya kepada masyarakat (Haryatmoko, 2007).

Dibalik berbagai hal positif yang dibawa oleh kemajuan teknologi, ada banyak hal yang bisa membuat dampak negatif bagi kehidupan manusia jika tidak mampu menggunakan kemajuan teknologi dengan baik. Tidak sedikit orang yang terjerat hukum dikarenakan salah dalam menggunakan media sosial berbasis internet. Dengan berbagai kasus yang terjadi sudah sepatutnya kita sebagai masyarakat pengguna teknologi harus belajar tentang apa saja yang terkait dengan perkembangan dunia teknologi, agar kita dapat memanfaatkan dengan baik.

Media sosial sangat mempengaruhi kehidupan seseorang, oleh karenanya kita harus pandai dalam menyikapi sehingga tidak melupakan kewajiban pada kehidupan nyata. Etika dalam penggunaan media sosial juga harus dijaga, agar mendapatkan hal baik dan positif, minimal sebagai hiburan dan sumber informasi faktual. Kemajuan teknologi dan arus globalisasi yang marak membuat kebudayaan timur dan norma-norma kesantunan memudar. Hal ini berimbas pada rendahnya etika dan moral masyarakat, bahkan bukan kesantunan bahasa yang terjalin melainkan sikap acuh bahkan tidak jarang saling menghujat dan merendahkan satu sama lain.

Pembahasan

  1. Etika

Kata etika secara etimologi (bahasa) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani). Bentuk tunggal kata ethos memiliki arti tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan, adat, akhlak, perasaan, dan cara berpikir. Dalam bentuk jamak, ta etha berarti adat kebiasaan. Dalam istilah filsafat, etika berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (Mufid,2009). Etika merupakan cerminan dari pandangan masyarakat mengenai apa yang baik dan apa yang buruk, serta membedakan perilaku yang dapat diterima dengan apa yang ditolak guna mencapai kebaikan dalam kehidupan Bersama. Etika juga menyangkut nilai-nilai sosial dan budaya yang telah disepakati oleh masyarakat sebagai norma yang dipatuhi Bersama.

Etika dalam menggunakan media sosial berbasis internet sangat dibutuhkan bagi siapa saja pengguna sosial media. Sebab dengan etika seseorang akan dapat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik di dalam dunia virtual. Dalam suatu komunitas, contoh dalam grup yang ada di media sosial facebook, ada ketentuan yang harus disepakati pengguna ketika bergabung dalam grup ini. Contoh lainnya, saat pengguna membuat akun di fasilitas yang disediakan, misalnya akun di media sosial, akun email, dan akun blog. Sebelum pengguna bisa menggunakan fasilitas akun tersebut, ada ketentuan yang semestinya dipahami oleh pengguna terkait apa saja yang diperkenankan, apa yang tidak, sampai pada ketentuan hukum jika melanggar (Nasrullah, 2015).

  1. Komunikasi

Komunikasi merupakan keterampilan paling penting dalam hidup kita. Seperti halnya bernafas, banyak orang beranggapan bahwa Komunikasi sebagai sesuatu yang otomatis terjadi, sehingga orang tidak tertantang untuk belajar berkomunikasi secara efektif dan beretika. Hal yang paling penting dalam komunikasi, bukan sekadar pada apa yang dikatakan, tetapi pada karakter kita dan bagaimana kita mentransfer pesan serta menerima pesan. Komunikasi harus dibangun dari diri kita yang paling dalam sebagai fondasi integritas yang kuat. Komunikasi merupakan suatu hal yang amat penting dalam kehidupan manusia. Kita tidak bisa, tidak berkomunikasi. Kita belajar menjadi manusia melalui komunikasi. Komunikasi sudah merupakan kebutuhan manusia, bahkan kesuksesan seseorang sekarang ini, lebih banyak ditentukan pada kemampuan dia berkomunikasi.

Komunikasi melibatkan interaksi antar anggota masyarakat. Dalam interaksi diperlukan norma-norma atau aturan-aturan yang berfungsi untuk pengendalian yang tujuannya adalah untuk tercapainya Ketertiban dalam masyarakat. Salah satu, upaya mewujudkan tertibnya masyarakat adalah adanya etika komunikasi yakni kajian tentang baik buruknya suatu tindakan komunikasi yang dilakukan manusia, suatu pengetahuan rasional yang mengajak manusia agar dapat berkomunikasi dengan baik. Komunikasi menandakan pula adanya interaksi antar -anggota masyarakat, karena komunikasi selalu melibatkan setidaknya dua orang. Dalam interaksi selalu diperlukan norma-norma atau aturan-aturan yang berfungsi untuk pengendalian atau sosial kontrol. tujuannya untuk menciptakan masyarakat yang tertib. Salah satu bentuk untuk mewujudkan tertibnya masyarakat adalah adanya etika, yakni filsafat yang mengkaji baik-buruknya suatu tindakan yang dilakukan manusia.

  1. Media Sosial

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi, meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Anderas Kaplan dan Michael Haen lein mendefinisikan media sosial sebagai kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0, dan yang memungkinkan penciptaan dan penukaran “user-generated content.

Media sosial memiliki karakteristik khusus yang tidak dimiliki oleh beberapa jenis media siber lainnya. Salah satunya, media sosial beranjak dari pemahaman bagaimana media digunakan sebagai sarana sosial di dunia virtual. Pada akhirnya, karakteristik media sosial bisa dipergunakan untuk bidang seperti jurnalisme, hubungan masyarakat, pemasaran dan politik. Adapun karakteristik media sosial yaitu jaringan (network), informasi, arsip, interaksi, simulasi sosial dan konten oleh pengguna (Nasrullah, Rulli, 2014).

  1. Etika Komunikasi Media Sosial dalam Perspektif Islam

Dalam Islam konsep mengenai etika berkomunikasi sudah sangat banyak dalil yang memerintahkan kita untuk menjalin komunikasi yang baik dengan siapa pun, terlebih kepada orang yang lebih tua dari pada kita. Sebab dengan komunikasi yang baik akan terjalin sebuah hubungan muamalah yang baik antar sesama manusia. Di mana hal tersebut juga merupakan salah satu perintah dari Allah yaitu “ Hablun Minan Nas “ yang artinya menjalin hubungan sesama manusia dengan baik.

Dalam menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi kita harus mengedepankan nilai-nilai Islam yang lemah lembut, santun, toleransi dan membawa kebaikan Bersama. Beberapa sikap yang harus diterapkan dalam menjalin komunikasi menggunakan media sosial dalam perspektif Islam ialah sebagai berikut:

  1. Sikap Jujur

Jujur merupakan pondasi dari sebuah kepercayaan. Jujur merupakan sebuah sikap yang berani mengatakan yang haq dan yang bathil. Dengan kita mengedepankan sikap jujur maka orang lain akan lebih mempercayai kita sebagai teman, sahabat ataupun rekan kerja. Dengan sikap jujur inilah akan memunculkan sebuah hubungan yang baik di antara manusia sebab tidak ada hal yang ditutupi antara satu dengan yang lainnya. 

Di zaman sekarang dalam media sosial sangat banyak sekali fitnah-fitnah bertebaran, hal tersebut dikarenakan banyak orang yang mengatakan tidak sesungguhnya banyak orang yang menyampaikan sesuatu tidak sesuai kenyataannya sehingga menimbulkan fitnah dan ujaran-ujaran kebencian. Hal tersebut harus kita hindari Bersama agar kita selamat dunia hingga akhirat. Jangan sampai hanya gara-gara kita tidak jujur dalam menggunakan media sosial kita akan celaka. Naudzubillahi min Dzaalik.

Sikap jujur merupakan perintah Allah swt. Allah berfirman dalam surat az-Zumar ayat 33:

وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Artinya: Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. 

  1. Sikap Adil

Media sosial sebagai salah satu media komunikasi modern juga memiliki berbagai pengaruh yang negatif jika kita tidak mampu membawa diri kita dan mengatasi dampak negatif tersebut. Dalam menggunakan media sosial kita juga harus mengedepankan sikap adil. Implementasi sikap adil dalam berkomunikasi melalui media sosial contohnya menggunakan media sosial secukupnya dan sesuai kegunaannya. Jika kita sampai menyalahgunakan media sosial itu artinya kita juga tidak bersikap adil dan mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Perintah adil termaktub di dalam al-Qur’an surat al-An’am ayat 152 yang berbunyi:

وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّ

Artinya: Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. 

  1. Sikap Amanah

Amanah merupakan sebuah sikap di mana seseorang mampu bertanggung jawab menjaga atas apa yang dipercayakan kepadanya. Hal ini sangat perlu diperhatikan di dalam etika komunikasi media sosial. Tidak jarang seseorang mengatakan sesuatu yang bersifat pribadi orang lain padahal ia sudah diberi amanah untuk menjaga rahasia tetapi malah menyebar luaskan ke khalayak umum. Tidak jarang juga ada orang yang tidak menyampaikan sesuatu yang sudah menjadi tanggung jawabnya, padahal ia sudah berikan amanah untuk menyampaikan informasi kepada khalayak umum tetapi malah menyimpan informasi yang bersifat penting sehingga menimbulkan kerugian bagi banyak pihak. Hal itu harus kita hindari, kita harus sebisa mungkin untuk menjaga kepercayaan orang yang sudah memberikan amanah kepada kita.

Perintah tentang berlaku amanah tercantum dalam surat al-An’am ayat 58 yang berbunyi:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًاArtinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.


0 Comments

Leave a Reply