Refleksi Akhir Tahun: Ikhtiar Mencetak Santri Berakal Cerdas, Berjiwa Ikhlas

Malam pergantian tahun bagi sebagian besar orang mungkin identik dengan kemeriahan kembang api dan perayaan duniawi. Namun, di bawah naungan atap Ponpes Anwarul Huda, suasana berbeda tersaji. Dinginnya malam Kota Malang di penghujung 2025 terasa hangat dengan untaian doa dan semangat perbaikan diri.

Seluruh santri Madrasah Diniyah (Madin) Nurul Huda dan Ponpes Anwarul Huda berkumpul dalam agenda rutin yang sarat makna: Refleksi Akhir Tahun Bersama Dewan Pengasuh. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Ust. M. Sulton Hanafie, SE., MM., sebagai upaya membekali para santri menghadapi tantangan di tahun 2026.

Urgensi Muhasabah bagi Penuntut Ilmu

Sebagai lembaga tafaqquh fiddin, Ponpes Anwarul Huda memandang pergantian waktu bukan sekadar perubahan angka pada kalender, melainkan momentum muhasabah an-nafs (evaluasi diri). Hal ini merupakan implementasi dari sabda Rasulullah SAW:

 

 الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

“Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengintrospeksi dirinya (muhasabah) dan beramal untuk bekal sesudah mati.” (HR. Tirmidzi)

Dalam refleksi ini, santri diajak menoleh ke belakang untuk melihat sejauh mana kedisiplinan dalam mengaji, konsistensi dalam berjamaah, dan keikhlasan dalam berkhidmat telah dijalankan selama setahun terakhir.

 

Menuju Perubahan yang Berkualitas

Refleksi ini juga menjadi ajang pengembangan potensi. Ust. M. Sulton Hanafie menekankan pentingnya bagi seorang santri untuk memiliki kemandirian dan manajemen diri yang kokoh. Di tengah era digital yang semakin dinamis, santri Anwarul Huda dituntut untuk tidak hanya “alim” secara intelektual, tetapi juga “amil” dalam perbuatan.

Landasan utamanya adalah semangat untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hakim:

مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ . وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ . وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ

“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.”

Harapan di Tahun 2026

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir tekad baru di dada setiap santri. Bukan sekadar mengejar target hafalan atau pemahaman kitab, tetapi membangun karakter yang mawas diri dan berakhlakul karimah.

Mari kita songsong tahun 2026 dengan semangat baru. Semoga setiap langkah kaki para santri Anwarul Huda di atas bumi ini senantiasa dibimbing oleh taufiq dan hidayah-Nya, membawa keberkahan bagi pesantren, keluarga, dan umat.

 

Identitas Penulis:

Lalu Imron Rosyadi adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab angkatan 2022 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ia aktif menulis dalam Buletin Al-Anwar dan Kompasiana (https://www.kompasiana.com/imronrosyadi2128). Saat ini artikel dalam Kompasiana berjumlah 178 tulisan yang telah ia posting.

Leave a Reply