Makna Basmalah

Published by Buletin Al Anwar on

Oleh: Fahmi Fardiansyah.

                                Mengucapkan bismillah pada akhir-akhir ini adalah suatu kebiasaan yang sulit untuk dicari dan ditemukan. Kebanyakan dari kita beranggapan mengucapkan bismillah adalah suatu perbuatan yang membuang waktu, menunda pekerjaan, dan tidak ada manfaat yang diperoleh. Lebih dari itu, semua yang telah diucapkan oleh orang jaman sekarang disebabkan karena tidak mengertinya mereka akan makna bismillah.

                Tanpa ada keraguan lagi bahwa bismillah adalah ayat yang Allah turunkan dan memiliki manfaat yang besar dan pengaruh yang luar biasa pada diri yang membiasakan untuk membacanya.

Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap perkataan atau urusan yang yang tidak dibuka dengan dzikir kepada Allah maka dia cacat atau terputus.” (Ahmad:8355).

                Pemahaman secara ijmali (umum) dapat dipahami semua perkara yang dianggap baik oleh manusia, namun dimulai tanpa mengingat Allah (mengucapkan bismillah). Maka amal tersebut cacat atau terputus.

                Yang menjadi titik penting dari hadits tersebut adalah cacat atau terputus. Bagaimana bisa kebaikan yang dikerjakan tetapi tidak membaca bismillah bisa cacat dan terputus? Maha Besar Allah dengan segala hukum-Nya, Allah ingin mengingatkan kita bahwa kita adalah ciptaan-Nya yang lemah, mem-butuhkan Allah dalam segala urusan, tidak ada jaminan keberhasilan dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut, kecuali berpasrah diri kepada Allah seraya berharap. Jika pekerjaan itu baik bagi dirinya berharap mendapatkan pahala dan bertambah nikmat-Nya, namun jika sebaliknya semoga mendapat ganti dan menjadi pengingat untuk berhati-hati.

                Siapa yang menjamin sukses dalam pekerjaan manusia? Siapa yang menjamin kegagalan dalam pekerjaan manusia? Siapa yang menjamin semua proyek bakal dibeli oleh saudagar kaya? Siapa yang menjamin akan terjadi inflasi besar jika menanam saham disuatu perusahaan? Siapa yang menjamin akan panen pada musim semi? Siapa yang menjamin dagangan yang diusahakan akan laris diburu konsumen? Siapa yang menjamin kuliah yang ditempuh akan memuaskan hidup setelahnya?.

                Tidak ada yang menjamin, semua adalah kehendak Allah Sang Pencipta yang tidak bisa dielakkan. Allah berfirman yang artinya : “dan Allah (lah) yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat” (Q.S Ash-Shoffat :96).

                Tidak lah ada daya kecuali memulai untuk mengucapkan bismillah dalam memulai pekerjaan dan berpasrah diri kepada Allah yang memiliki hasil segala pekerjaan. Inilah makna bismillah, dan cacat atau terputus bagi yang enggan mengucapkannya. Bagi yang enggan hatinya akan selalu bingung dalam memutuskan suatu pekerjaan, bingung dengan hasil yang diperoleh apakah besar atau kecil, bingung menentukan langkah selanjutnya dengan mengandalkan perhitungan matematikanya, namun ketenangan tidak diperolehnya. Naudzubillah min dzalik.

                Bismillah adalah pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya dari tipuan Syaithan, dia telah berkata;

“kemudian bakal aku datangi mereka dari arah depan, belakang, kanan, dan kiri mereka”(Q.S al-A’raf (7) : 17).

                Maka, Allah memberikan manusia kalimat basmalah ini untuk menolak bahaya dan tipu muslihat Syaithan, serta menunjukkan bahwa kemaksiatan yang dilakukan manusia terdapat pada 4 arah, dikala sepi, ramai, malam, dan siang. Lantas Allah memberikan manusia kalimat basmalah untuk memohon ampun kepada Allah dari 4 arah kemaksiatan tersebut.

                Wahai Tuhan kami, semoga Engkau berkenan menolong kami untuk mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbaiki ibadah kami.


0 Comments

Leave a Reply